PROSPEK PENGGUNAAN TIK DALAM
PEMBELAJARAN BAHASA
Pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan, termasuk
pendidikan bahasa (Indonesia maupun
asing), merupakan respons positif
terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada abad millennium
ketiga. Oleh karena itu, penggunaan TIK dalam menunjang pembelajaran bahasa
merupakan suatu keharusan, bukan hanya untuk meningkatkan efektifitas dan
kualitas pembelajaran, tetapi yang lebih penting adalah untuk meningkatkan penguasaan
TIK baik bagi guru maupun siswa sebagai bekal hidup di era teknologi yang terus
berubah dan berkembang.
Dalam konteks pembelajaran bahasa, pemanfaatan bahasa dan
pemberdayaan media TIK, termasuk teknologi multimedia, dapat meningkatkan
efektifitas dan efisiensi pembelajaran, yang diharapkan dapat memberikan
kepuasan public dengan memberikan
layanan yang prima dengan hasil sesuai dengan standard dan tujuan yang
diharapkan.
Dalam makalah ini dibahas beberapa hal terkait dengan
pemanfaatan TIK dalam pembelajaran bahasa disekolah, mulai dari pengertian TIK,
keterkaitan TIK dalam metode pembelajaran bahasa, ketersediaan media TIK
disekolah, bentuk-bentuk pemanfaatan TIK, dan sebagainya.
Secara etimologis “Teknologi” berakar dari istilah
“techno” yang berarti tehnik, seni atau ketrampilan, dan “logos” berarti ilmu.
Jadi makna teknologi adalah ilmu tentang seni atau ketrampilan. Zen (dalam
Effendy 2003 : 399 ) menjelaskan bahwa teknologi mencakup sains atau ilmu
pengetahuan serta engineering atau teknik.
Levis ( 1996 : 6 ) memberikan pengertian komunikasi
sebagai “proses” interaksi antara komunikator dan komunikan. Sedangkan Hubley
(1993: 45 ) menyatakan bahwa “communication
involves the transfer between people of information including ideas, emotions,
knowledge and skills”.
Terkait
dengan pengertian komunikasi, Effendi ( 1986 : 3 ) memberikan pengertian
komunikasi dari dua segi, yaitu dari segi etimologis, dan terminologis. Secara
etimologis, istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communication, dan istilah ini juga bersumber dari kata communis yang artinya sama, dalam arti
kata sama makna mengenai suatu hal. Dengan
demikian, apabila komunikan mengerti apa yang dikomunikasikan oleh komunikator,
berarti komunikasi telah berlangsung dengan efektif.
Secara terminologis, “komunikasi” berarti proses
penyampaian suatu pesan atau pernyataan oleh seseorang kepada orang lain.
Teknologi komunikasi mempunyai pengertian bahwa semua perangkat keras/fisik (
hardware ) dn perangkat lunak (software) yang menghubungkan berbagai bagian
dari perangkat keras yang mentransfer data dari lokasi fisik yang satu
(komuniator) ke lokasi fisik lain (komunikan) (Loudon 1995 : 12 ).
Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) secara umum
diartikan sebagai teknologi yang memiliki fungsi penunjang proses penyampaian
informasi dan komunikasi. Sejalan dengan berkembangnya teknologi, TIK dengan
dukungan sistem dan jaringan (network) computer memungkinkan manusia untuk
berkomunikasi dengan melihat fisik maupun mendengar suara secara langsung
meskipun pihak-pihak yang berkomunikasi berada ditempat yang berbeda.
Seperti yang
dikemukakan Hartoyo dalam makalah
(Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komnikasi dalam Pembelajaran Bahasa dan
Sastra Indonesia);(2009),
bahwa teknologi dan informasi (TIK) secara umum diartikan sebagai teknologi
yang memiliki fungsi penunjang proses penyampaian informasi dan komunikasi.
Perkembangan TIK yang sedemikian pesat
telah berpengaruh terhadap aplikasi computer dalam penunjang pembelajaran
bahasa, yang sering dikenal dengan istilah Computer-Assisted Language Leraning (CALL).
Komputer sebagai media digunakan untuk membantu pembelajar dalam pembelajaran,
seperti halnya pembelajaran bahasa.
Terlepas dari computer sebagai media,
jika dimanfaatkan dengan tepat dan maksimal computer dapat memberikan beberapa
manfaat bagi siswa dalam proses pembelajaran.
Selanjutnya Hartoyo mengemukakan: jika
divermati dengan seksama, salah satu permasalahan utama pembelajaran bahasa
adalah isu-isu terkait dengan metode pembelajaran bahasa. Ditilik dari sejarah
perkembangan pembelajaran bahasa, telah terjadi berbagai upaya untuk
mewujiudkan metode pembelajaran yang lebih baik. Upaya mencari metode
pembelajaran yang lebih baik selalu didasari atas kritik terhadap kekuranagn
metode pembelajaran yang telah ada sebelumnya. Sebagai contoh, Grammar
Translation Method yang menekankan pada pembelajaran membaca, tata bahasa, dan
kosa kata dianggap kurang efektif dalam membekali siswa dengan kemampuan
komunikatif. Dengan dasar kritik inilah maka muncullah metode pembelajaran
bahasa yang lainnya seperti Direct Methode, yang menekankan pada penggunaan
bahasa yang dipelajari dalam berkomunikasi. Direct method juga akhirnya menuai
kritik, dan lahir lah Audio Lingual Method, The Silent way, Suggestopedia,
Community Language, Communicative Approach, hingga Total Physical Respone.
Kehadiran Total Physical Responsepun menuai kritik, dan sejalan dengan
perkembangan TIK muncullah gagasan untuk mengembangkan Computer-Assisted
Language Learning (CALL) – Multimedia.
Memperhatikan dampak positif berbagai
kajian tentang pemanfaatan TIK dalam menunjang pembelajaran di sekolah, tidak
berlebihan jika di sekolah – ti tanah air ini juga memiliki prospek masa depan
yang memungkinkan untuk mengaplikasikan TIK dalam menunjang pembelajaran.
Berdasarkan kajian makalah tersebut,
TIK dalam pembelajaran bahasa dapat diaplikasikan terhadap 4 keterampilan
berbahasa yang secara komprehensif dipelajari oleh siswa (manusia), yaitu:
menyimak, berbicra, membaca dan menulis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar