Selasa, 13 Mei 2014

PENTINGNYA TIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA



PROSPEK PENGGUNAAN TIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

 
Pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan, termasuk pendidikan bahasa     (Indonesia maupun asing), merupakan respons  positif terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada abad millennium ketiga. Oleh karena itu, penggunaan TIK dalam menunjang pembelajaran bahasa merupakan suatu keharusan, bukan hanya untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas pembelajaran, tetapi yang lebih penting adalah untuk meningkatkan penguasaan TIK baik bagi guru maupun siswa sebagai bekal hidup di era teknologi yang terus berubah dan berkembang.
Dalam konteks pembelajaran bahasa, pemanfaatan bahasa dan pemberdayaan media TIK, termasuk teknologi multimedia, dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran, yang diharapkan dapat memberikan kepuasan public dengan memberikan layanan yang prima dengan hasil sesuai dengan standard dan tujuan yang diharapkan.
Dalam makalah ini dibahas beberapa hal terkait dengan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran bahasa disekolah, mulai dari pengertian TIK, keterkaitan TIK dalam metode pembelajaran bahasa, ketersediaan media TIK disekolah, bentuk-bentuk pemanfaatan TIK, dan sebagainya.
Secara etimologis “Teknologi” berakar dari istilah “techno” yang berarti tehnik, seni atau ketrampilan, dan “logos” berarti ilmu. Jadi makna teknologi adalah ilmu tentang seni atau ketrampilan. Zen (dalam Effendy 2003 : 399 ) menjelaskan bahwa teknologi mencakup sains atau ilmu pengetahuan serta engineering  atau teknik.
Levis ( 1996 : 6 ) memberikan pengertian komunikasi sebagai “proses” interaksi antara komunikator dan komunikan. Sedangkan Hubley (1993: 45 ) menyatakan bahwa “communication involves the transfer between people of information including ideas, emotions, knowledge and skills”.
Terkait dengan pengertian komunikasi, Effendi ( 1986 : 3 ) memberikan pengertian komunikasi dari dua segi, yaitu dari segi etimologis, dan terminologis. Secara etimologis, istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communication, dan istilah ini juga bersumber dari kata communis yang artinya sama, dalam arti kata sama makna mengenai suatu hal. Dengan demikian, apabila komunikan mengerti apa yang dikomunikasikan oleh komunikator, berarti komunikasi telah berlangsung dengan efektif.
Secara terminologis, “komunikasi” berarti proses penyampaian suatu pesan atau pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Teknologi komunikasi mempunyai pengertian bahwa semua perangkat keras/fisik ( hardware ) dn perangkat lunak (software) yang menghubungkan berbagai bagian dari perangkat keras yang mentransfer data dari lokasi fisik yang satu (komuniator) ke lokasi fisik lain (komunikan) (Loudon 1995 : 12 ).
Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) secara umum diartikan sebagai teknologi yang memiliki fungsi penunjang proses penyampaian informasi dan komunikasi. Sejalan dengan berkembangnya teknologi, TIK dengan dukungan sistem dan jaringan (network) computer memungkinkan manusia untuk berkomunikasi dengan melihat fisik maupun mendengar suara secara langsung meskipun pihak-pihak yang berkomunikasi berada ditempat yang berbeda.
          Seperti yang dikemukakan Hartoyo  dalam makalah (Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komnikasi dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia);(2009), bahwa teknologi dan informasi (TIK) secara umum diartikan sebagai teknologi yang memiliki fungsi penunjang proses penyampaian informasi dan komunikasi.
          Perkembangan TIK yang sedemikian pesat telah berpengaruh terhadap aplikasi computer dalam penunjang pembelajaran bahasa, yang sering dikenal dengan istilah  Computer-Assisted Language Leraning (CALL). Komputer sebagai media digunakan untuk membantu pembelajar dalam pembelajaran, seperti halnya pembelajaran bahasa.
          Terlepas dari computer sebagai media, jika dimanfaatkan dengan tepat dan maksimal computer dapat memberikan beberapa manfaat bagi siswa dalam proses pembelajaran.
          Selanjutnya Hartoyo mengemukakan: jika divermati dengan seksama, salah satu permasalahan utama pembelajaran bahasa adalah isu-isu terkait dengan metode pembelajaran bahasa. Ditilik dari sejarah perkembangan pembelajaran bahasa, telah terjadi berbagai upaya untuk mewujiudkan metode pembelajaran yang lebih baik. Upaya mencari metode pembelajaran yang lebih baik selalu didasari atas kritik terhadap kekuranagn metode pembelajaran yang telah ada sebelumnya. Sebagai contoh, Grammar Translation Method yang menekankan pada pembelajaran membaca, tata bahasa, dan kosa kata dianggap kurang efektif dalam membekali siswa dengan kemampuan komunikatif. Dengan dasar kritik inilah maka muncullah metode pembelajaran bahasa yang lainnya seperti Direct Methode, yang menekankan pada penggunaan bahasa yang dipelajari dalam berkomunikasi. Direct method juga akhirnya menuai kritik, dan lahir lah Audio Lingual Method, The Silent way, Suggestopedia, Community Language, Communicative Approach, hingga Total Physical Respone. Kehadiran Total Physical Responsepun menuai kritik, dan sejalan dengan perkembangan TIK muncullah gagasan untuk mengembangkan Computer-Assisted Language Learning (CALL) – Multimedia.
          Memperhatikan dampak positif berbagai kajian tentang pemanfaatan TIK dalam menunjang pembelajaran di sekolah, tidak berlebihan jika di sekolah – ti tanah air ini juga memiliki prospek masa depan yang memungkinkan untuk mengaplikasikan TIK dalam menunjang pembelajaran.
          Berdasarkan kajian makalah tersebut, TIK dalam pembelajaran bahasa dapat diaplikasikan terhadap 4 keterampilan berbahasa yang secara komprehensif dipelajari oleh siswa (manusia), yaitu: menyimak, berbicra, membaca dan menulis. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar